Untitled Document
 
             
Indonesia
 
 
 
 
 
 
 
 
Untitled Document
Untitled Document
 
 
Untitled Document
 
  • BALI 1 - Setiap Minggu "Car Free Day"
  • SURABAYA 1 - Setiap Rabu "Pemeriksaan Kesehatan di El Victor"
  • SURABAYA 2 - Tgl 7 & 21 Des 2017 "Pemeriksaan Kesehatan di Suara Muslim"
  • TULUNGAGUNG - Setiap Selasa "Pemeriksaan Kesehatan di Radio Samara"
 
Untitled Document
 
Artikel
 

Print Friendly and PDF

 
Untitled Document
 
     
 



Tips Sehat di bulan Ramadhan
oleh : Indah Aromatika

 

Saat puasa sebaiknya kurangi porsi minum teh, karena teh bersifat diuretik yang membuat lebih sering buang air kecil, sehingga membuat tubuh kekurangan cairan padahal saat puasa pun tubuh sudah kekurangan cairan." *Agar bugar saat berpuasa, makanlah karbohidrat kompleks saat sahur seperti ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah karena kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam." *Saat lapar, tubuh akan meresponsnya dengan melepas lebih banyak kolesterol. Karena minim glukosa, lemak dijadikan sebagai sumber bahan bakar yang akan mengurangi jumlah sel-sel lemak dalam tubuh. Berkurangnya lemak akan membuat tubuh lebih mudah memproduksi insulin dan menjauhi risiko diabetes


Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Indah di Bulan Puasa

Berikut cara menjaga dan merawat kulit Anda di bulan puasa yang sedang berjalan :
Sebelum sahur pastikan Anda makan sahur yang bergizi dan pastikan ada buah – buahan mendampingkan sahur Anda. Saat berbuka juga pastikan Anda memakan buah – buahan yang mengadung vitamin c, karena vitamin c dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit Anda. Pastikan konsumsi buah – buahan yang mengadung air yang cukup banyak seperti semangka, blewah, pepaya, mangga, anggur dan buah yang mengandung air cukup banyak lainnya.





Agar Tetap Energik Selama Puasa

Tahukah Anda bahwa puasa tanpa sahur bisa membuat diri cepat marah?
Puasa atau tidak makan dan minum selama 12 jam di bulan Ramadan bukan berarti Anda tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Selama menjalankan ibadah puasa, jumlah asupan makanan berbeda dengan energi yang dikeluarkan. Agar tak kehabisan energi selama menjalankan puasa ada beberapa kiat agar tubuh tetap fit selama berpuasa :

 

 

1. Niat
Motivasi atau niat menjalankan puasa ternyata berpengaruh pada kondisi tubuh melalui pusat pengatur di otak. Kadar asam lambung orang yang berniat puasa lebih rendah daripada orang yang kelaparan hingga lebih sanggup menahan lapar hingga saat berbuka.

2. Asup menu bergizi

Konsumsi menu bergizi saat sahur dan berbuka sebagai sumber energi di siang hari. Jangan lupa asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seimbang dalam setiap menu.

3. Makan sahur

Sahur berfungsi sebagai cadangan energi dalam aktivitas keseharian. Tidak sahur meningkatkan risiko terjadinya penurunan gula darah yang menyebabkan tubuh cepat lesu, loyo dan mudah marah. “Bersabda Rasulullah SAW: “Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar”. Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?. Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis

4. Perbanyak minum air putih
Sejak berbuka hingga masuk sahur, banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Ini memberi tubuh waktu untuk menampung dan mengonsentrasikan cairan tubuh bagi keperluan saat menjalankan puasa.

5. Hindari makanan dan minuman terlalu banyak gula
Makanan dan minuman yang terlalu manis memicu tubuh memproduksi insulin dan cepat menimbulkan rasa lapar, lemas dan lesu. Saat makan sahur, perbanyak protein dan serat yang bertahan lebih lama dibanding jenis makanan lainnya.

6. Segera berbuka puasa pada waktunya
Pada saat berbuka awali makanan atau minuman hangat dan manis, seperti kolak atau kurma. Tetapi hindari minuman yang terlalu manis seperti soda atau minuman yang terlalu dingin karena akan membuat perut kembung. Setengah hingga satu jam kemudian, santap makanan secara bertahap agar tidak membebani pencernaan. Perbanyak buah dan sayuran.

7. Berolah raga ringan-sedang
Salah satu penyebab cepat lelah saat puasa adalah berolahraga di pagi hari. Namun, berolahraga ringan 1-2 jam sebelum berbuka meningkatkan vitalitas dan kebugaran.

8. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
Saat menjalankan ibadah puasa, kegiatan makan dan minum di siang hari berhenti total. Sehingga, produksi kelenjar air liur berkurang dan mulut menjadi cepat asam dan berbau. Karenanya, dianjurkan segera menggosok gigi sehabis makan sahur agar sisa-sisa makanan tidak membusuk di rongga mulut.

9. Senang hati menyambut Ramadhan
Ternyata sangat berpengaruh pada kualitas berpuasa. Dengan hati senang epinefrin tereduksi, endorpin dan aktivitas glukagon meningkat sehingga tubuh lebih kuat menghadapi puasa. Lebih hebatnya lagi ternyata organ-organ tubuh kita sangat senang menghadapi puasa. Lambung, usus, ginjal, liver, kulit adalah 5 organ yang paling senang menghadapi puasa setelah mereka diporsir tiada henti di bulan-bulan sebelumnya.

10. Hindari minuman kopi
Pada saat sahur karena kopi akan membuat kita lebih cepat mengalami dehidrasi atau kehausan.

11. Mengawali buka puasa dengan kurma dan air madu
Hal ini dapat memulihkan kadar gula darah dengan cepat. Hindari makanan berat seperti nasi pada waktu berbuka, namun laksanakan sholat Maghrib terlebih dahulu baru makan.

12. Hindari berbuka dengan minuman dingin atau es
Karena akan menyebabkan sirkulasi darah tidak optimal.

13. Kunyah makanan dengan baik

Agar kerja pencernaan menjadi ringan. Satu suap 33 kali kunyah.

14. Kurangi konsumsi makanan berlemak
,
Makanan yang diawetkan, penyedap rasa, minuman bersoda dan bumbu berbau tajam (cuka, cabe dan asam).

15. Pada malam hari usahakan juga untuk banyak minum air putih atau air madu
Untuk memperlancar peredaran darah dan mencegah dehidrasi.

16. Jangan tinggalkan olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih juga merupakan aktifitas yang dapat menjaga kebugaran.

17. Tidur yang cukup akan membuat badan selalu fit


Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

Saat puasa, produksi air liur dalam mulut berkurang sehingga memicu bau mulut. Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Masalah yang kerap terjadi menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder.

Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut.

Bau mulut juga dapat disebabkan penyakit sistemis seperti liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sedangkan penyakit gigi dan mulut penyebab napas tak segar di antaranya gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.

Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan. Simak beberapa tips sederhana mencegah bau mulut selama puasa, seperti dikutip dari holisticcare-dentalclinic.

  1. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.
  2. Periksa ke dokter gigi Anda minimal enam bulan sekali. Bila ada waktu, lakukan spa gigi dua kali dalam sebulan untuk menjaga kesehatan gigi.
  3. Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.
  4. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari.
  5. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
  6. Perbanyak konsumsi air putih minimal satu liter atau delapan gelas sehari selama berbuka hingga sahur. Ini untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
  7. Asup makanan probiotik seperti yogurt yang memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.



 
 
Untitled Document
 

 
 
 
   
Untitled Document
 

Print Friendly and PDF
   
Untitled Document Untitled Document