Untitled Document
 
             
Indonesia
 
 
 
   
 
 
 
 
Untitled Document
Untitled Document
 
 
Untitled Document
 
  • SURABAYA 1 - Setiap Rabu "Pemeriksaan Kesehatan di Radio El Victor"
  • SURABAYA 2 - Setiap Hari "Pemeriksaan Kesehatan di Griya Sehat Laras"
  • SURABAYA 3 - Setiap Hari "Therapi Bio Elektrik"
  • SURABAYA 4 - Setiap Selasa "Pemeriksaan Kesehatan di Media FM"
  • MALANG 1 - Setiap Hari "Pemeriksaan Kesehatan di Griya Sehat Mayang"
  • MALANG 2 - Setiap Hari "Pemeriksaan Kesehatan di Griya Sehat Sumber Waras"
  • SIDOARJO 1 - Setiap Hari "Griya Sehat Hidayah, Pemeriksaan Iridologi & Quantum"
  • SIDOARJO 2 - Setiap Hari "Pemeriksaan dan Terapi Simpul Syaraf- Bp Sumadi"
  • SOLO - Setiap Hari "Pemeriksaan kesehatan di Griya Sehat Ratu Veda"
  • BALI - Setiap Minggu "Car Free Day"
 
Untitled Document
 
AV Colex
 
• AV Colex
 
   
YAHOO ONLINE
   
 
  Yahoo Online Status Indicator  
 
  Yahoo Online Status Indicator  
 
  Yahoo Online Status Indicator  
 

Print Friendly and PDF

POM TI 104 341 971
 

Usus besar dan rektum adalah bagian dari sistem pencernaan tubuh, yang bertanggung jawab pada proses pembersihkan sisa nutrisi / makanan sampai keluar dari tubuh. Bahan sisa yang tidak dicerna atau diserap dijadikan feses bersama dengan sel-sel lapisan saluran pencernaan yang mati, getah pencernaan yang telah terpakai, bakteri, dan air.


Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.


Rektum adalah organ terakhir dari usus besar yang berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

Usus Besar dan Permasalahannya

Sebagai saluran terakhir pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker dari makanan yang kita konsumsi.

Kanker yang dimulai di usus besar disebut kanker kolon, dan kanker yang dimulai di rektum disebut kanker rektum. Penyebab pasti kanker usus besar tidak dikenal. Namun, penelitian menunjukkan bahwa resiko berikut turut meningkatkan kesempatan seseorang mengembangkan kanker :

  • UMUR
    Kanker usus besar lebih mungkin terjadi ketika orang-orang semakin tua. Penyakit ini lebih umum pada orang di atas usia 50. Namun, kanker usus besar dapat terjadi di usia muda, bahkan pada remaja. Pola makan yang buruk, antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.

  • POLA MAKAN
    Kanker usus besar berhubungan dengan pola makan yang tinggi lemak dan kalori serta rendah serat. Pola makan yang buruk, antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat. Zat besi yang berlebihan diantaranya terdapat pada pigmen empedu, daging sapi dan kambing serta tranfusi darah.

  • POLIP
    Polip adalah pertumbuhan jinak pada dinding bagian dalam usus besar dan rektum. Hal tersebut umum pada orang di atas usia 50. Beberapa jenis polip meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kanker usus. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat kanker rahim, ovarium, atau payudara memiliki resiko mengembangkan kanker usus besar. Juga, orang yang telah menderita kanker usus besar dapat mengembangkan penyakit ini untuk kedua kalinya.

  • COLITIS
    Colitis adalah suatu kondisi di mana lapisan usus besar menjadi meradang. Setelah kondisi ini resiko kanker usus akan meningkat



Memiliki satu atau lebih dari faktor-faktor risiko di atas akan meningkatkan peluang akan Kanker usus besar.


GEJALA

  • Lelah, sesak napas waktu bekerja, dan kepala terasa pening.
  • Pendarahan pada rektum, rasa kenyang bersifat sementara, atau kram lambung serta adanya tekanan pada rektum.
  • Adanya darah dalam tinja, seperti terjadi pada penderita pendarahan lambung, polip usus, atau wasir.
  • Pucat, sakit pada umumnya, malnutrisi, lemah, kurus, terjadi cairan di dalam rongga perut, pembesaran hati, serta pelebaran saluran limpa.

PENYEBAB

  • Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, dan ototoksin serta gelombang elektromagnetik.
  • Pola makan yang buruk, antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.
  • Zat besi yang berlebihan diantaranya terdapat pada pigmen empedu, daging sapi dan kambing serta tranfusi darah.
  • Lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol).
  • Minuman beralkohol, khususnya bir. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan risiko menderita kanker kolon.
  • Obesitas.
  • Bekerja sambil duduk seharian, seperti para eksekutif, pegawai administrasi, atau pengemudi kendaraan umum.
  • Pola makan yang buruk, antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.

PENCEGAHAN

  • Konsumsi banyak makanan berserat. Untuk memperlancar buang air besar dan menurunkan derajat keasaman, kosentrasi asam lemak, asam empedu, dan besi dalam usus besar.
  • Asam lemak omega-3, yang banyak terdapat dalam ikan tertentu.
  • Kosentrasi kalsium, vitamin A, C, D, dan E dan betakarotin.
  • Susu yang mengandung Lactobacillus acidophilus.
  • Berolahraga dan banyak bergerak sehingga semakin mudah dan teratur untuk buang air besar.
  • Hidup rileks dan kurangi stres.


AV Colex - Pembersih Usus, Melancarkan BAB

AV Colex mengandung bahan yang berguna untuk pembersihan halus. Bahan tersebut berfungsi membantu proses pembuangan secara alami oleh tubuh dengan jalan membuat beberapa racun dicampur dengan aman menjadi satu untuk mempermudah proses pengangkutan racun-racun tersebut. Dengan demikian, selain dapat menghilangkan tumpukan toksin di usus, juga akan meningkatkan kualitas pencernaan karena makin maksimalnya penyerapan nutrisi oleh dinding usus.
 
     Komposisi AV Colex 400 mg

     Aloe vera extract (Lidah Buaya) 50 mg

  • 3 Asam lemak yang terkandung pada aloe vera secara alami akan meng-alkalisir cairan pencernaan untuk mencegah keasaman yang berlebihan, penyebab umum pencernaan yang kurang baik.
     Tribulus Terrestris extract (Rujak Polo) 50 mg

  • Digunakan secara luas di India untuk berbagai jenis penyakit, juga digunakan untuk impotensi. Salah satu fungsi pentingnya adalah sebagai penjernih urine dan membantu membuang racun yang berlebih.
     Trachyspermum Ammi extract 25 mg

  • Buah dari tanaman ini sebagai anti kejang yang sangat bagus dan untuk pencernaan.
     Cassia Augustifolia extract 100 mg

  • Daun tanaman ini menghasilkan pembersihan yang paling terkenal dan digunakan dipengobatan modern diseluruh dunia.

     Triphala 125 mg

  • Kombinasi dari 3 buah2an Terminalia chebula, Terminalia belerica dan Emblica officinalis. Kombinasi ini, menghasilkan zat Laxative halus yang menyelaraskan bahan-bahan lainnya.
     Ficus Carica extract (Pohon Ara) 50 mg

  • Buahnya digunakan di India dan Timur Tengah sebagai obat sembelit.


     Fungsi
  • Mempermudah pergerakan usus besar.
  • Memberikan perlindungan secara alami terhadap dinding usus dari segala bentuk penyakit yang menyerang usus.
  • Mempermudah proses pembuangan kotoran dari dalam usus tanpa mengganggu cairan dan elektrolisa penyeimbang didalam tubuh.

     DOSIS : 1 - 2 kapsul sebelum tidur

 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
Untitled Document
 

Print Friendly and PDF
   
Untitled Document Untitled Document